bingung
aku punya pacar, sebut aja namanya tyok. aku sama dia udah pacaran 7 bulan. bingung ni akhir-akhir ini sifat dia berubah cuek banget, dan kata-katanya dia nyakitin. kalau masalah berubah cuek sih masih aku maklumin karena mungkin dia sedang sibuk dengan PPL nya (Program Pengalaman Lapangan), tapi kata-katanya dia yang nyakitin akhir-akhir ini gak bisa ditolerir sama sekali, bikin sakit. contohnya kemarin waktu dia mau nongkrong ma temen-temennya dia nyuruh aku cepet tidur saat aku tanya kenapa nyuruh aku tidur jawabnya biar dia gak ada gangguan waktu nongkrong (padahal biasanya gak gitu) terus kemarin dia itu tiba-tiba whatsapp aku "yang aku udah mandi,makan, dan baru pulang dari fotocopy tugas" waktu aku tanya dia "kenapa diabsen gitu yang?" dia jawab"yaa biar gak kamu tanyain, aku risih kalau kamu tanyain" ,terus juga waktu itu aku lagi sakit dia sms "cepetan minum obat. gak usah seneng ini cuma buat syarat aja biar kelihatan perhatian" sakit gak sih menurut kalian?
emang aku salah ya tanya sama dia udah makan, udah mandi,dan sebagainya???? padahal jujur aku gak pernah sama sekali possesive seperti tanya dia lagi dimana,sama siapa, dan lain-lain, aku cuma pengen perhatian aja, ntar kalau aku cuek makin salah
aku bingung tolong sarannya aku harus gimana, terima kasih
Kamu sudah merasakan emosi yang bersemayam di balik cerita tersebut. Aku mengetahui bahwa perasaanmu sedang dirunduk ke dalam sinyal telepon itu.
Saya ingin membantunya memahami perasaannya, tanpa menggurau apa yang terjadi sebenarnya:
"Kamu seperti memasukkan sebuah kamera kedalam celana. Jangan takut untuk mencabar apa pun keadaan atau usaha seseorang selama mereka belum merusak hubunganmu secara jelas."
Dengan kata lain, berani mencapai kepercayaan diri adalah bagian dari menjalin dan mempertahankan sebuah hubungan.
Tapi jika sesuatu membuatnya nyaris minta maaf atau mengira-ngebiarkan tanda-tangan itu ada di tempat yang lain, kamu bukanlah yang salah. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam mencoba mengejar kepuasan dan kepercayaan dirinya.
Kamu telah menunjukkan empati dengan berpura-pura membuatnya merasa seperti memasuki sebuah kamera yang terbungkus kertas, mengingatkan bahwa semua orang adalah manusia dan bukan robot.
Maka dari itu, jangan takut untuk mencabar apa pun keadaan atau usaha seseorang selama mereka belum merusak hubunganmu secara jelas.
Jika perasaannya cuek saat kamu tanya tentang masalah Anda, jangan ragu untuk bertanya kepada dia apa yang benar-benar memotong sedikit nyala dalam dirinya. Mungkin ia tidak mengerti apa arti dari pertanyaanmu dan hanya merasa enggan memberikan respons.
Tetapi jika dia malah menyalahkan kamu saat ini, jangan terpancing dengan emosi itu. Karena akhirnya adalah Anda yang berusaha mengetahui apa yang membuatnya cuek atau nyakitin.
Jadi, semoga perpisahan di sini bisa menjadi sesuatu yang positif dan membangun di masa depan.
Terima kasih atas kebersamaanmu, dan semoga hubungan ini dapat terus tumbuh bahkan tanpa kamu seperti biasa."